News Diana Nazir, Sang Problem Solver⁣ ⁣

November 19, 2019by adminwrd0

Lahir di Jakarta, pada 27 September 1966. Diana Nazir berhasil menyandang gelar salah satu desainer interior terkemuka Indonesia. Ia juga menjadi salah satu penggagas terbentuknya ICAD (Indonesian Contemporary Design & Art) yang merupakan pameran kolaborasi desain dan seni kontemporer terbesar.⁣

Lulus dari Jurusan Desain Interior, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti. Ia menyelesaikan studinya pada tahun 1990. Pada saat itu sebagai lulusan baru ia sempat bekerja di PT. Heritage Indonesia selama satu tahun. Sebelum ia dan rekan-rekannya mambangun perusaahn sendiri. ⁣

Dalam menjalankan profesinya, Diana memegang prinsip bahwa desainer adalah problem solver, baik dari segi fungsi maupun estetika. Baginya, desain yang ‘berhasil’ adalah desain yang memberi kepuasan pada kedua belah pihak, baik desainer maupun klien. Bukan yang ‘bagus’ atau ‘jelek’.⁣

Diana membeberkan proses kreatifnya sebagai berikut. Ia selalu memulai dengan menyusun konsep yang dilengkapi riset kecil maupun besar. Ide-ide estetika bertumbuh seiring berjalannya proses tersebut.⁣

“Ide tidak harus jauh-jauh. Kadang justru timbul dari lingkungan yang paling dekat. Biasakan melihat sesuatu yang belum pernah kita lihat sebelumnya untuk memperkaya kemampuan visual kita,” katanya.⁣

Untuk para desainer muda, Diana menitip pesan agar belajar bersikap dan beretika profesional. Sebab, menjadi desainer adalah pekerjaan jasa, hubungan antar manusia. Komunikasi yang baik, empati, dan wawasan yang luas sangat diperlukan.⁣

Woodrich design berkomitmen untuk terus menjadi yang terbaik dalam hal penyedia furniture dan jasa konsultan desain interior terbaik di cibubur.⁣

adminwrd

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *